4 Potensi Kerawanan Pemilu di Tanah Papua Versi BIN

Safari Pemilu TNI Polri yang diinisiasi Polda Papua/Polda Papua
Safari Pemilu TNI Polri yang diinisiasi Polda Papua/Polda Papua

Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua mengidentifikasi empat potensi kerawanan pada penyelenggaraan Pemilu 2024 di tanah Papua.


Empat potensi ini meliputi praktik money politik, netralitas penyelenggara pemilu dan aparatur negara, politik identitas, serta ancaman Kelompok Separatis Teroris Papua atau KTSP.

Hal ini diungkapkan Kasubbag Opsin BIN Daerah Papua, Herri Sunandar dalam Safari Pemilu TNI-Polri, Pemda, dan penyelenggara Pemilu Papua, Sabtu (11/11) di Jayapura.

“Kondisi politik dan keamanan di tanah Papua secara umum terkendali. Namun, pentingnya mencermati Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024, yang menempatkan Provinsi Papua dalam kategori kerawanan sedang dengan nilai 39.00,” jelasnya.

Guna memastikan Pemilu 2024 berjalan aman dan lancar  perlunya strategi pengamanan. Strategi ini meliputi pemetaan kerawanan, koordinasi dengan penyelenggara pemilu, koordinasi dengan aparat keamanan, penggalangan tokoh prominen dan viralisasi konten positif.

“Dalam konteks keamanan, KSTP akan memanfaatkan berbagai momentum dan isu untuk mengganggu pelaksanaan Pemilu 2024. Ancaman ini perlu menjadi perhatian serius,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menyebut peningkatan signifikan dalam situasi keamanan di Provinsi Papua menyebabkan lonjakan kasus dari 3.052 menjadi 7.061.

Peningkatan tersebut, menurut Fakhiri, harus diantisipasi dengan baik untuk memastikan jalannya pemilu yang aman dan kondusif. Ia meyakini kerja sama yang baik dari waktu ke waktu ini akan membuat stabilitas kamtibmas bisa semakin kondusif.

Fakhiri juga menegaskan bahwa Polri dan TNI siap mendukung kelancaran proses produksi dan distribusi logistik pemilu hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia meminta KPU dan Bawaslu untuk menjaga netralitas dan fokus pada penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas.

“Saat ini, kita di Polda Papua telah menyelenggarakan Operasi Mantap Brata Cartenz 2023-2024. Operasi ini terselenggara selama 222 hari dengan melibatkan sebanyak 8.522 personel untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Papua,” katanya.