Oknum polisi menembak mati Tendeir Telenggen (26) lantaran dicurigai sebagai anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Rabu (31/10) lalu
- Perselisihan Makin Serius, Mohammad Yunus Qanuni Mundur dari Dewan Perlawanan untuk Menyelamatkan Afghanistan
- Lavrov: AS Kirim Rudal Patriot ke Ukraina karena Tidak Mau Berperang Secara Langsung dengan Rusia
- Biksu Penghasut Kebencian Agama di Myanmar Dapat Penghargaan Nasional dari Junta Militer
Baca Juga
Ternyata Tendeir Telenggen mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ. Pasca penembakan Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara mengatakan dia sudah memerintahkan Kasie Propam untuk menyelidiki insiden penembakan tersebut.
"Saya sudah perintahkan Kasie Propam untuk melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang melakukan penembakan. Kita siap mengusut tuntas kasus tersebut,"katanya melalui rilis pers yang diterima, Sabtu (4/11).
AKBP Kuswara menjelaskan, insiden penembakan itu terjadi saat anggota Polsek Mulia mencurigai korban sebagai anggota KKB karena melintas di depan pos dengan membawa benda yang diduga senjata api, sehingga diikuti hingga ke Kampung Wuyukni.
Saat tiba di Kampung Wuyukni, tepatnya di SMU Negeri 1 Mulia anggota melakukan upaya persuasif dengan memanggil korban untuk mengambil benda yang diduga senjata api, namun korban justru melarikan diri.
"Saat dipanggil, yang bersangkutan melarikan diri, sehingga anggota kami memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 4 kali, namun yang bersangkutan tetap melarikan diri kearah perumahan,"ujarnya.
Saat tiba di perumahan, kata dia, korban menodongkan benda yang diduga senjata api ke arah aparat, sehingga anggota melepaskan tembakan terukur ke arah korban.
"Setelah penembakan itu, anggota kami mendatangi lokasi perumahan dan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dan setelah diperiksa ditemukan satu benda yang diduga senjata api ataupun pistol namun terbuat dari plastik,"katanya.
Dari hasil penyelidikan, korban Tendeir Telenggen (26) diketahui ternyata mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ. Sehingga saat ini pihaknya tengah berupaya mengusut tuntas kasus penembakan ini.
"Dari keterangan keluarga, ternyata yang bersangkutan merupakan ODGJ. Saat ini propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang terlibat penembakan dan juga sejumlah saksi,"ujarnya.
Kapolres berjanji bakal mengusut tuntas kasus ini dan apabila ada kesalahan prosedur yang dilakukan anggotanya, maka akan akan diproses hukum.
"Kita akan usut tuntas dan jika ada kesalahan prosedur yang dilakukan anggota, maka akan diproses hukum,"katanya.
Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda untuk menyelesaikan masalah ini.
"Diharapkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Puncak Jaya agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya. Kami prinsipnya akan mengungkap pelaku,"tambah dia.
- Kasus Pelecehan Anak oleh Kardinal Prancis Jean-Pierre Ricard Mulai Memasuki Tahap Penyelidikan
- Apa yang Akan Terjadi dengan Australia Setelah Kematian Ratu Elizabeth II?
- Swiss Tuai Kontroversi Setelah Tandatangani Kontrak 36 Jet Tempur AS Senilai Rp 93 Trilun