Jelang Nataru, BI Papua Siapkan Kebutuhan Uang Tunai Rp4,7 Trilun

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menyiapkan uang tunai Rp4,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).


BI memperkirakan perekonomian wilayah Papua tumbuh 3,5 persen sampai 4,5 persen secara yoy di tahun 2023. Sementara pada 2024 tumbuh 5,25 persen  hingga 6,25 persen.

“Dari sisi pengendalian harga, kami memperkirakan inflasi Papua akan selaras dengan sasaran inflasi nasional sebesar 3+-1 persen di tahun 2023, dan 2+-1 persen di tahun 2024,” Kepala Deputi Perwakilan BI Papua, Thomy Andryas, Selasa (5/12). 

BI Papua mengembangkan berbagai Payment Chanel untuk kebutuhan masyarakat. Salah satunya lewat pengembangan QRIS yang cepat mudah, murah, aman dan handal.

Selain digitalisasi transaksi, BI bersama stakeholder berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan uang layak edar dalam jumlah yang cukup. Langkah ini juga untuk mendukung kedaulatan rupiah khususnya di daerah 3T terdepan, terluar dan terpencil.

“Beberapa program distribusi uang rupiah telah kita jalankan dengan baik. Salah satunya melalui program khas titipan kepada perbankan di 7 kabupaten kota,” beber Thomy.

Thomy mengajak semua pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga inflasi menjelang akhir tahun 2023, guna memperkuat struktur perekonomian dengan memanfaatkan digitalisasi dan pembangunan berwawasan lingkungan.