Presiden Belarus akan Kunjungi China, Bahas Perdamaian Rusia vs Ukraina?

Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan Presiden Rusia Xi Jinping/Net
Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan Presiden Rusia Xi Jinping/Net

Kunjungan kenegaraan resmi akan dilakukan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke China mulai awal pekan depan.


Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying menyebut Presiden Xi Jinping telah mengirimkan undangan kepada Lukashenko untuk berkunjung ke Beijing pada 28 Februari mendatang.

"Atas undangan Presiden China Xi Jinping, Presiden Belarus Alexander Lukashenko akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China dari 28 Februari hingga 2 Maret," bunyi pernyataan Chunying, seperti dimuat Al Arabiya, Sabtu (25/2).

Hubungan China dengan Belarus yang merupakan sekutu dekat Rusia tersebut telah lama terjalin dengan kuat.

Xi dan Lukashenko bahkan mengumumkan kemitraan strategis “segala cuaca”, ketika bertemu di kota Samarkand, Uzbekistan pada September tahun lalu.

Pada Jumat (24/2), Menteri Luar Negeri China Qin Gang menyatakan komitmennya untuk memperdalam kepercayaan politik timbal balik selama percakapan telepon dengan Menlu Belarus Sergei Aleinik.

"China akan terus mendukung Belarus mempertahankan stabilitas nasionalnya, dan akan menentang upaya kekuatan eksternal," kata Qin kepada Aleinik.

Belarusia, yang berbatasan dengan Ukraina dan Rusia, mengizinkan Moskow menggunakan wilayahnya untuk melancarkan serangan ke Kyiv tahun lalu.

Kedekatan Belarus dengan Rusia, telah membuat Ukraina dan sekutu Baratnya khawatir apabila Minsk bener-benar terlibat lebih jauh dan bergabung dengan Moskow dalam perang.

Sementara itu, kunjungan Lukashenko ke Beijing terjadi setelah China menyampaikan poin-poin proposal perdamaian untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina.