Sejumlah Siswa SMA Negeri Bokondini Aniaya Kepala Sekolah, Guru dan Rusak Fasilitas 

Upaya penyelesaian kasus penganiayaan hingga pengrusakan fasilitasi sekolah/Humas Polda Papua
Upaya penyelesaian kasus penganiayaan hingga pengrusakan fasilitasi sekolah/Humas Polda Papua

Mis komunikasi, sejumlah siswa SMA Negeri Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan menganiaya kepala sekolah, guru hingga merusak fasilitas sekolah tersebut  


Kasus penganiayaan hingga berujung pengrusakan fasilitas sekolah itu terjadi pada Rabu (22/11) kemarin. Hari ini,Kamis (23/11) Kapolsek Bokondini, Iptu Remy Kogoya dan personil berupaya menyelesaikan kejadian tersebut.

Iptu Remy Kogoya, menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan, Oktofianus Yeimo, Kepala SMA Negeri Bokondini, Markus S, para guru, para orang tua murid, serta tokoh-tokoh masyarakat. 

"Penyelesaikan masalah ini di Halaman Mapolsek Bokondini, kepolisian melakukan pengamanan ketat selama penyelesaian,"kata Iptu Remy melalui rilis yang diterima,Kamis. 

Masih melalui rilis itu, Kapolres Tolikara, AKBP Achmad Fauzan menyebut kasus tersebut telah berhasil diselesaikan dengan aman dan mencapai kesepakatan bersama.

"Kejadian tersebut disebabkan oleh kekeliruan dan kurangnya komunikasi antara para murid dan pihak sekolah terkait beberapa keluhan, sehingga menimbulkan kejadian di mana pihak sekolah mendapat kekerasan fisik dari para murid, serta pengerusakan fasilitas kantor,"ujar Achmad.

Menurut dia, kasus penganiayaan telah diselesaikan secara kekeluargaan, dan para orang tua murid telah meminta maaf atas keributan yang terjadi, dan diterima dengan baik oleh pihak sekolah.

"Mengambil pelajaran dari kasus ini, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, termasuk orang tua, murid, dan pihak sekolah, agar dapat menghindari kesalahpahaman yang bisa menimbulkan kasus serupa,"katanya.

Lanjut dia, apabila hal tersebut terjadi, aparat kepolisian akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Kesepakatan damai ini, tambah dia, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan harmonis di SMA Negeri Bokondini, serta menjadi contoh positif bagi sekolah-sekolah lainnya.