Seorang Pendeta di Bokondini Luka Berat Kena Sabetan Parang

Pendeta di Bokondini yang mengalami penganiayaan berat akibat parang/Polda Papua.
Pendeta di Bokondini yang mengalami penganiayaan berat akibat parang/Polda Papua.

Seorang pendeta bernama Yevori Abamy dianiaya dengan parang di Kompleks Pasar Mama-Mama Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, pada Jumat (1/12). 


Polisi menyebutkan identitas pelaku dengan inisial AP. Pelaku diduga menganiaya korban dengan parang yang menyebabkan luka serius.

Kapolres Tolikara, AKBP Achmad Fauzan menyebutkan saksi mata menyebutkan pelaku AP datang dari arah bandara dengan membawa sebilah parang dan bertemu dengan Pdt. Yevori Abamy. 

Saat korban hendak menyapanya, pelaku tidak merespons dan langsung melakukan serangan dengan parang yang menyebabkan luka pada bagian pipi kiri hingga bibir korban sepanjang sekitar 15 cm.

Korban berteriak meminta pertolongan setelah mendapat serangan berat tersebut. 

“Pelaku yang merasa terancam oleh kejaran warga yang membawa batu dan kayu, kemudian menyelamatkan diri ke rumah Lurah Bokondini, Ham Pagawak,” jelasnya, Sabtu (2/12).

Personel polsek yang didukung oleh personel Koramil Bokondini segera mendatangi kediaman Lurah Bokondini dan mengamankan pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. “Pelaku terancam Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengancam dengan pidana penjara maksimal 8 tahun,” katanya.

AKBP Achmad menyampaikan, Polsek Bokondini telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal serta mengunjungi korban, Pdt. Yevori Abamy di Puskesmas Bokondini. 

“Korban saat ini dirujuk ke RSUD Wamena Kabupaten Jayawijaya untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa pelaku dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku,” ucapnya.