Velix Wanggai: Kepemimpinan Kondomo Jadi Pondasi dan Sejarah Provinsi Papua Pegunungan

Pj Gubernur Papua Pegunungan, Velix Wanggai (kiri) bersama Nikolaus Kondomo dan Ditjen Kemendagri/Stefanus Tarsi_RMOLJayawijaya
Pj Gubernur Papua Pegunungan, Velix Wanggai (kiri) bersama Nikolaus Kondomo dan Ditjen Kemendagri/Stefanus Tarsi_RMOLJayawijaya

Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Velix Vernando Wanggai memastikan perjalanan kepemimpinan yang lama akan menjadi sejarah dan pondasi roda pemerintahan selanjutnya.


Velix menyatakan hal itu dalam serah terima jabatan dari Penjabat Gubernur Papua Pegunungan sebelumnya, Nikolaus Kondomo kepada dirinya yang dilaksanakan di Kemendagri, Senin (4/12).

Velix bilang, kepemimpinan Kondomo telah dilakukan sejumlah hal yang baik, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan hingga pelayanan publik. 

“Penyiapan kelembagaan pemerintahan adalah inisiasi pondasi yang baik untuk dilanjutkan,” kata Velix.

Velix bahkan akan melanjutkan sejumlah hal yang telah diletakan oleh kepemimpinan sebelumnya, mulai dari aspek kerangka perencanaan rencana pembangunan daerah atau RPD, berbagai dokumen teknis sektoral. Lalu, kerangka pembiayaan 1 tahun yang telah berjalan APBD 2023, bentuk kebijakan keuangan dan program strategis yang ada di APBD.

Kemudian kelembagaan yang telah dilakukan, mulai dari sisi perangkat organisasi, MRP, KPU dan Bawaslu, termasuk pada kerangka program strategis nasional.

Velix juga menyebutkan arahan 7 poin dari Wamendagri yang menjadi prioritas ke depan yang dilaksanakan dalam konteks penyiapan kerangka fiskal  APBD yang harus diselesaikan dalam waktu satu minggu  hingga menjelang akhir tahun 2023.

“Pada 2024, kerangka perencanaan dan data menjadi hal yang sangat penting yang harus diletakkan dari seluruh OPD, karena menjadi panduan. Harapannya, dengan perencanaan yang baik, maka program-program bisa berjalan dengan tepat,” ujarnya. 

Pemprov Papua Pegunungan juga akan terus berkoordinasi dengan BP3OKP untuk sinkronisasi harmonisasi kebijakan anggaran program dari pusat ke provinsi dan kabupaten kota. 

“Saya harapkan dukungan para tokoh untuk bergandengan tangan berkolaborasi untuk membangun rumah baru kita, Honai baru Provinsi Papua pegunungan,” ujarnya. (Stefanus Tarsi) .