Wujudkan Pemerataan Pangan, 5 Flight Helikopter Bawa Bama ke Yuguru Nduga

Helikopter pengangkut bama ke Yuguru, Kabupaten Nduga Provinsi Papua Pegunungan/Stefansu Tarsi_RMOLJayawijaya
Helikopter pengangkut bama ke Yuguru, Kabupaten Nduga Provinsi Papua Pegunungan/Stefansu Tarsi_RMOLJayawijaya

Penjabat (Pj) Bupati Nduga, Edison Nggwijangge mengerahkan 5 flight helikopter carteran untuk mendistribusikan bahan makanan campuran kepada warga di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan pada Sabtu 2 Desember 2023.


Pj bupati menjelaskan pendistribusian bahan makanan campuran sebagai upaya pemerataan pelayanan pemerintahan dalam memperhatikan kebutuhan pangan masyarakat, baik yang ada di kota maupun di pelosok daerah tersulit sekalipun yang tak dapat ditempuh dengan jalur darat.

“Bahan makanan yang diantar yakni beras, minyak goreng, gula, garam dan banyak lagi. Puji Tuhan penerbangan berjalan dengan baik. Saya ikut mengantarkan bahan makanan itu,” jelasnya.

Pj bupati menyebutkan selain mengantarkan bahan makanan, pihaknya juga telah memasang stasiun radio SSB di Yuguru untuk mempermudah dan memperlancar komunikasi ketika dibutuhkan keadaan darurat, misalnya untuk memberitahukan adanya masyarakat yang sakit atau kebutuhan darurat lainnya. 

Program Ketahanan Pangan

Pj Bupati Nduga, Edison Nggwijangge saat bersama warga Yuguru/Stefanus Tarsi_RMOLJayawijaya

Edison menjelaskan program ketahanan pangan dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden no. 9 Tahun 2020 tentang Kesejahteraan Papua dan Papua Barat, sehingga tercipta ketahanan pangan mulai dari pusat hingga daerah.

“Terobosan ini dilakukan karena belum pernah dilakukan oleh bupati periode-periode yang sebelumnya,” jelasnya.

Dirinya juga telah melayangkan surat permohonan izin atau pengaktifan kembali penerbangan dari Nduga kepada Menteri Perhubungan untuk penggunaan transportasi udara mulai tanggal 1-31 Desember 2023. Salah satunya untuk mendistribusikan bahan makanan atau kebutuhan natal dan tahun baru, serta untuk barang-barang persiapan pemilu.

“Ke depan, bila Tuhan membuka jalan, beras yang sudah siap sekitar puluhan ton ini dan akses penerbangan ke distrik kembali normal, maka pemerintah akan menyalurkan ke semua distrik yang belum tersentuh,” ujarnya. (Stefanus Tarsi)